Pendapat Ahli tentang 4Life Transfer Factor
Dr. Markowitz is a pediatrician in Kennebunk, Me with a patient base of 4,500 children and has served as the Senior Pediatrician in a Private Pediatric Practice for 19 years. He received his Bachelor of Science degree from the University of Rochester in New York. He received his medical degree, general Pediatric training, and Pediatric Hematology/ Oncology Fellowship from The University
Kami telah menyelesaikan study retrospektif selama 12 bulan terhadap “ pengalaman Pediatric dengan transfer faktor” . Kami meneliti 88 orang anak ( umur 6 sampai 9 tahun) dengan membandingkan anak yang mengkonsumsi transfer factor sesuai dosis yang dianjurkan dan anak yang tidak mengkonsumsi transfer factor ( membandingkan umur dan jenis kelamin yang sama). Hasil study tersebut menunjukan bahwa sebanyak 84% mengkonsumsi antibiotik jadi berkurang, dan 74% dari anak-anak tersebut lebih jarang sakit.
Oleh sebab itu kami mulai meninjau cost perawatan atau pengunaan antibiotik yang bisa dihemat dengan mengunakan transfer factor. Hasilnya menunjukan bahwa dengan Transfer factor hemat biaya lebih dari US$ 25,000 dari biaya perawatan, kunjungan ke dokter dan obat-obatan. Ini membuktikan bahwa pengunaan transfer factor , tidak hanya meningkatkan kualitas hidup seorang anak dan keluarganya , tetapi juga lebih menguntungkan dari segi ekonomi. Kami akan menyarankan mengunakan Transfer factor kepada para pasien. BETAPA TRANSFER FACTOR BISA MERUBAH KEHIDUPAN SEORANG ANAK
Kenneth A. Bock, M.D. graduated Summa Cum Laude from the State University of New York at Buffalo in 1973 and went on to receive his M.D. with Honors from the University of Rochester, School of Medicine, in 1979. He is Board Certified in Family Medicine and is a clinical instructor in the Department of Family Medicine at Albany Medical College. He is a certified clinical nutrition specialist and has demonstrated advanced proficiency in chelation therapy. Since 2004, Dr. Bock has been a site investigator for the Trial to Assess Chelation Therapy (TACT), sponsored by the National Institutes of Health (NIH).
Dr. Bock melakukan study terhadap 9 anak ( umur 2.9 – 9.9 tahun, usia rata-rata 5.07 tahun), Anak-anak tersebut diberi kapsul 3 kali sehari selama 3 bulan. Setiap pasien di evaluasi saat sebelum mengunakan transfer factor, 6 minggu setelah mengunakan transfer factor dan pada saat study selesai. Dr. Book mengunakan Gilliam Autism Rating Scale dalam proses evaluasi. Evaluasi dilakukan bedasarkan Stereotyped “austistic” behavior, komunikasi, interaksi sosial dan tanda –tanda perkembangan. Setelah 3 bulan study ,hasilnya menunjukan 7 dari 9 anak tersebut menunjukan mengalami kemajuan. Terutama menjadi :
- Lebih perhatian
- Eksim membaik
- Kemampuan bahasa membaik
- Kemampuan toileting membaik ( buang air)
- Kontak mata membaik
- Lebih tahan terhadap penyakit
- Masalah diare berkurang
Dr. Darryl See, M.D
Associate Clinical Professor W.H.O. ( World Health Organization) Western Europe, He received his degree from the University of California, Irvine. Academic appointments include: Assistant/Associate Clinical Professor of Medicine: Investigator, California Collaborative Treatment Group
Dr. Darryl See melakukan study terhadap ratusan produk alami dalam kemampuannya meningkatkan sistem imun, termasuk Transfer Factor. Dr. Darryl See melakukan Penelitian terhadap 20 orang penderita penyakit kanker stadium 4 yang di vonis hanya mempunyai “3.7 BULAN UNTUK HIDUP”, Jenis kelamin : 12 laki-laki, 8 perempuan. dengan memberikan Transfer Factor, Setelah 6 bulan, 16 dari 20 pasien dalam penelitian ini, ternyata masih dapat bertahan, dan berang sur pulih.
Dr. Darryl See Mengatakan “Belum pernah di temukan sejenis herbal produk suplemen kesehatan atau obat-obatan yang mempunyai kekuatan dalam merangsang & meningkatkan daya imun seperti Transfer Factor!”
Dr. Townsend has had more than 32 years of distinguished experience in the medical field. He pioneered a surgical technique for the treatment of pre-malignant disease of the uterine cervix. In addition, he has authored more than 90 scientific papers in peer review journals as well as over 15 chapters in research books.
“Saya seorang dokter kanker.
Saya banyak merawat pasien kanker wanita dan tanpa ragu menghimbau mereka yg sedang menjalani kemoterapi terapi radiasi untuk mengkonsumsi Transfer Factor. Transfer Factor membantu mengatur sistem imun dan sangat baik bagi kesehatan secara keseluruhan. Ada juga pasien yang terinfeksi herpes kronis dan terinfeksi jamur kronis yang mengkonsumsi Transfer Factor secara rutin, dilaporkan mereka mengalami kemajauan. Transfer Factor adalah sains berbasis produk yang sangat baik dengan data dari berbagai peneliti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar